Festival Kematian Paling Aneh & Unik di Dunia!

Beberapa negara yang ada di dunia ini pastinya juga akan memiliki berbagai macam dari kebudayaan dan juga adat istiadat yang unik. Biasanya beberapa acara yang paling menonjol adalah sebuah tradisi pernikahan. Namun ternyata ada juga berbeda dengan negara-negara yang ada di dunia yang ternyata memiliki sebuah tradisi yang unik sekaligus juga tradisi yang aneh tentang kematian. Jika biasanya kematian akan identik dengan sebuah kesedihan, negara-negara ini bahkan negara-negara yang mengadakan festival kematian. Kebanyakan hal ini biasanya akan dilakukan untuk dapat menghormati para arwah orang yang sudah meninggal.

Festival Kematian Paling Aneh & Unik di Dunia!

Namun ternyata setiap daerah yang ada di penjuru dunia tentunya punya gaya dan juga punya cara masing-masing dalam merayakan sebuah festival kematian. Festival sejenis ini yang biasanya akan dirayakan dengan sebuah kemegahan dan juga dengan sebuah pertunjukan yang luar biasa seperti halnya beberapa festival-festival yang ada pada umumnya. Setiap negara yang juga pasti akan memiliki festival-festival unik setiap tahunnya untuk dilakukan, seperti festival kematian ini. Berikut ini adalah beberapa Festival bertema kematian yang unik di dunia yang ada di beberapa negara.

Famadihana, Madagascar

Madagascar memang tidak mempunyai waktu khusus untuk dapat memperingati sebuah hari kematian. Namun ada sebuah perayaan unik bernana Famadihana, festival ini adalah festival pembongkaran makam. Jenazah yang ada di dalam kuburan biasanya akan diangkat dan kemudian akan di dandani dan di kenakan kain sutra lalu kemudian akan diarak keliling pemakaman bersama musik pengiring mereka. Tradisi ini biasanya akan datang dari penganut keyakinan Malagasy.

Para penganut keyakinan ini nantinya juga akan percaya jika roh orang mati tidak dapat kembali ke alam baka sebelum tubuhnya menjadi busuk sempurna. Tiap tujuh tahun sekali, biasanya mayat akan diangkat, dibungkus ulang, lalu kemudian akan dimasukkan kembali ke liang lahat bersama dengan pesta besar-besaran yang di rayakan. Perayaan ini melibatkan keluarga dari si jenazah.

Lemuria, Italia

Lemuria merupakan sebuah tradisi yang berasal dari Roma kuno. Tradisi ini biasanya akan dipakai untuk mengusir roh jahat nenek moyang dari sebuah rumah yang ada. Setiap tempat tinggal nantinya harus dibersihkan oleh kepala rumah tangga di dalam rumah tersebut. Dimana dengan cara bangun tengah malam dan kemudian mencuci tangannya sebanyak tiga kali.

Lalu berjalan tanpa menggunakan sebuah alas kaki ke sekeliling rumah sambil kemudian melemparkan kacang hitam dari atas bahu, dan hal tersebut harus di lakukan sebanyak sembilan kali. Dia juga merapal sebuah mantra seperti jadikan kacang ini sebagai penebus bagi saya dan juga bagi nenek moyang saya’. Untuk ritual ini juga masih banyak dilakukan oleh orang-orang Italia bahkan hingga saat ini!

Hari Raya Kematian, Meksiko

Hari Raya Kematian Yang dilakukan di Meksiko, biasanya hari raya ini akan diadakan tiap dua hari, tepatnya jatuh pada awal November. Hari raya ini juga masuk dalam libur nasional di negara tersebut. Perayaan ini biasanya akan ditandai dengan banyaknya patung-patung tengkorak yang berada di tempat umum negara itu. Hari raya Kematian ini sebenarnya memperingati sebuah hari dari musim panen Suku Aztec, yang merupakan suku asli yang ada di Meksiko.

Sebulan penuh mereka yang nantinya juga merayakan persembahan perayaan ini untuk Dewi Mictecacihuatl, atau yang dikenal sebagai Dewi Kematian. Meski perayaan ini dekat dengan prayaan Halloween tapi peringatan dari prayaan ini yang lebih ramai di bandingkan dengan prayaan Halloween.

Perayaan ini biasanya disebut dengan nama “Dia de Los Muertos”. Perayaan tersebut juga diperkirakan merupakan sebuah tradisi masyarakat Aztec Kuno yang sudah ada yaitu sejak zaman pra-Hispanik, atau zaman tersebut sekitar 2.500-3000 tahun silam. Awalnya ritual ini pernah tidak dirayakan di Meksiko yaitu hingga abad ke-20. Hal tersebut karena penduduk asli di sana, yang didominasi dengan orang-orang Mesoamerika, juga mereka memiliki sebuah tradisi yang sama.

Selain itu, pihak gereja yang dahulu juga menolak perayaan “Dia de Los Muertos”. Karena perayaan ini dianggap telah mensinkronisasi elemen-elemen dari pagan dengan Kekristenan Katolik. Sebagai sebuah “tandingannya”, pihak gereja yang kemudian menciptakan sebuah Hari Raya Semua Orang Kudus.

Gedhe, Haiti

Untuk mengenang beberapa arwah orang yang telah meninggal, Haiti yang juga mempunyai berbagai perayaan yang disebut dengan nama Ghede. Ketika perayaan ini akan berlangsung, orang-orang nantinya juga akan menyalakan sebuah musik dengan menggunakan volume yang keras. Tujuannya adalah untuk membangunkan Baron Semedi atau sebuah Dewa Kematian.

Pada perayaan ini biasanya orang-orang juga akan menggunakan sebuah kostum dengan menggunakan sebuah wajah yang dicat putih. Mereka juga nantinya akan mengecat wajah pucat seperti layaknya orang mati. Hal ini dilakukan untuk menyalurkan Gede atau sebuah roh dari dunia bawah. Selanjutnya, orang-orang tersebut nantinya akan berkunjung ke makam sanak keluarga mereka yang sudah meninggal untuk ziarah dan melakukan sebuah persembahan.

Gaijatra, Nepal

Nepal juga menjadi salah satu negara yang juga mempunyai festival kematian yang cukup unik yang dilakukan. Dengan sapi, mereka biasanya memaknai kematian lewat cara berpesta dan kemudian berbagi makanan untuk dapat melupakan kesedihan mereka. Festival kematian unik dari Nepal ini diberi nama Gaijatra. Dalam bahasa setempat, dimana Gai berarti Sapi, sedangkan Jatra yang berarti adalah sebuah Festival. Kalau diartikan, Gaijatra yang dimana memiliki sebuah makna Festival Sapi. Masyarakat setempat yang biasanya akan menyelenggarakan perayaan ini yaitu pada Bulan Agustus sampai dengan bulan September, di mana waktu tersebut adalah waktu yang dianggap sebagai “Bhadra” di dalam kalender lunar dari Bangsa Nepal.

Keluarga yang kehilangan salah satu anggota keluarga mereka selama 1 tahun biasanya harus berjalan dan harus ikut berpartisipasi dalam acara ini. Mereka yang biasanya akan diwajibkan menuntun sapi yaitu selama acara karnaval dan kemudian mereka akan mengelilingi jalanan Kathmandu, atau ibu kota Nepal. Mereka yang juga akan percaya sapi bisa menuntun jalan mereka untuk menuju ke surga, karena sapi adalah sebuah hewan suci bagi para pemeluk Hindu. Kalau tidak mempunyai seekor sapi, merek yang juga bisa menggantinya dengan anak laki-laki yang didandani dengan cara mirip sapi plus kostum yang unik-unik dan juga lucu.

La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme

La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme merupakan sebuah event tahunan yang biasanya akan diadakan di Las Nieves, kota kecil yang berada di bagian barat laut Spanyol. Ritual pura-pura mati ini adalah sebuah ritual yang telah menjadi bagian dari budaya lokal di Las Nieves.

Selama berabad-abad, gereja Katolik disana yang tidak sepenuhnya mengintegrasikan ajaran mereka ini di Las Nieves . Sebagian besar penduduk yang masih percaya penyihir dan juga roh jahat dalam kehidupan spiritual mereka. Maka, festival unik ini adalah salah satu dari bentuk upaya gereja beradaptasi dengan budaya lokal dan masyarakat

Itulah beberapa festival kematian yang paling unik dan juga yang paling aneh yang ada di berbagai belahan dunia di eropa. Jika biasanya festival kematian yang dikenal adalah Helloween, namun ternyata masih banyak festival kematian unik dan aneh lainnya.