Tradisi Unik Menyambut Kelahiran Bayi di Indonesia

Setiap negara yang dimana pastinya juga punya tradisi tersendiri yang ada biasanya dalam menyambut kelahiran bayi, termasuk juga yang ada dan juga yang biasanya akan terjadi di Indonesia. Banyak juga dimana suku dan juga budayanya yang ada di Indonesia, sendiri yang pada akhirnya membuat daerah punya cara yang berbeda dalam menyambut kelahiran bayi sebagai salah satu dari bentuk sukacita.Kelahiran dari seorang bayi sendiri yang dimana biasanya menjadi sebuah hal yang akan disambut dengan sebuah perayaan atau juga dengan sebuah tradisi budaya, yang dimana biasanya akan menjadi sebuah hal yang nantinya akan dapat digambarkan sebagai sebuah wujud dari sebuah rasa suka cita orang tua atas sebuah proses dari kelahiran buah hati mereka.

Tradisi Unik Menyambut Kelahiran Bayi di Indonesia

Setiap daerah yang dimana memiliki sebuah tradisinya masing-masing dan dimana ada begitu banyak keunikan yang tentunya menjadi sebuah hal yang dimana bisa kita temui dalam sebuah upacara penyambutan kelahiran bayi tersebut. Penasaran dengan tradisi apa saja yang biasanya akan digunakan dalam menyambut sebuah kelahiran. Nah, dalam artikel ini yang dimana akan dibahas tentang tradisi unik yang ada dari seluruh dunia yang dimana menjadi salah satu dari tradisi yang digunakan untuk menyambut sebuah kelahiran bayi. Maka mari simak artikel di bawah ini dengan bersama.

Brokohan (Jawa)

Brokohan sendiri yang dimana adalah salah satu dari sebuah upacara dari adat Jawa yang dimana biasanya menjadi salah satu acara yang akan digelar ketika seorang ibu yang dimana biasanya akan melahirkan bayi. Tradisi ini sendiri merupakan sebuah tradisi yang biasanya dilakukan sebagai sebuah wujud dari sebuah rasa syukur atas sebuah kelahiran bayi yang sudah selamat. Dilihat dari maknanya sendiri, dimana tradisi brokohan ini sendiri dikenal juga dengan sebuah tradisi yang bisa berarti mengharapkan sebuah berkah dari Yang Maha Pencipta, sementara tujuannya sendiri yaitu adalah berharap keselamatan dan juga perlindungan untuk bayi.

Upacara ini yang dimana nantinya akan dimulai dengan cara mengubur ari-ari, setelah itu dengan dilanjutkan dengan bagi-bagi sesaji brokohan kepada para keluarga dan juga tetangga. Untuk anak laki-laki, sesaji utama yang dimana biasanya perlu disiapkan yaitu adalah ayam betina yang belum kawin, sedangkan untuk bayi perempuan, sendiri yaitu adalah ayam jantan belum kawin.

Ngebuyu (Lampung)

Ngebuyu sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang dimana merupakan satu dari sekian banyak tradisi dari sebuah kelahiran bayi yang ada dari Lampung. Tradisi ini sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan untuk menyambut bayi yang dimana biasanya baru lahir dengan cara menaburkan beras kuning, kemiri, uang, dan juga permen yang biasanya akan dilakukan pada pagi hari. Beras kuning, kemiri, uang dan permen yang ditaburkan masing-masing memiliki makna. Beras kuning sendiri yang dimana biasanya juga akan memiliki sebuah makna adanya sebuah rasa saling tolong menolong dan juga menghargai makhluk Tuhan yang lainnya sebagai sebuah bakti terhadap bumi. Kemiri yang dimana juga menjadi salah satu yang dimana memiliki makna untuk dapat menjauhkan bayi yang biasanya baru dilahirkan dari semua pengaruh buruk yang biasanya akan datang dari makhluk halus.

Uang yang dimana juga menjadi sebuah hal yang memiliki sebuah makna sebagai sebuah media dalam mempertemukan keluarga dan juga kerabat. Permen yang dimana memiliki makna adanya sebuah rasa saling menyayangi agar bayi yang dimana nantinya baru dilahirkan dapat diterima dengan baik di tengah keluarga maupun juga yang ada di masyarakat. Secara garis besar, dimana tradisi ini sendiri yang berarti sebuah tradisi yang dimana memiliki sebuah makna sebagai sebuah ungkapan dari sebuah rasa syukur orang tua yang ada dan juga beserta dengan keluarga atas sebuah kelahiran anak, mempererat sebuah hubungan kekerabatan, dan juga demi menjaga sebuah kelestarian budaya.

Jatakarma Samskara (Bali)

Jatakarma Samskara sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Ketika nantinya menyambut sebuah kelahiran seorang bayi sebagai salah satu cara yang dimana digunakan sebagai sebuah bentuk rasa syukur. Keluarga yang telah mengadakan acara ini, dimana harus menyiapkan nasi tumpeng dengan lengkap dengan sebuah lauk pauk serta juga dengan bunga-bunga sebagai sebuah atribut upacara.

Kemudian pemimpin upacara adat yang nantinya juga akan mendoakan bayi dengan sebuah persembahan tersebut. Ari-ari bayi tersebut yang dimana kemudian dibersihkan dan juga dimasukkan ke dalam kendi yang akan ditutup rapat sebelum dibungkus dengan menggunakan sebuah kain putih bertuliskan huruf aksara Hindu, lalu nantinya kendi tersebut yang akan ditanam di halaman rumah.

Medak Api (Lombok)

Tradisi ini sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang merupakan kegiatan adat yang dilakukan oleh Suku Sasak yang berada di Lombok. Medak api ini sendiri adalah sebuah ritual di mana bayi sendiri biasanya akan diberikan sebuah nama setelah tujuh atau setelah sembilan hari dilahirkan. Uniknya, lagi dimana dari tradisi ini sendiri tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Harus dilakukan oleh seorang dukun beranak yang sudah dipercaya oleh masyarakat dalam Sasak.

Turun Mandi (Sumatera Barat)

Turun mandi sendiri yang dimana adalah salah satu dari sebuah prosesi adat Minangkabau untuk dapat menyambut kelahiran anak. Tradisi ini sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang juga tidak boleh sembarangan orang boleh lakukan. Jika bayi yang berjenis kelamin laki-laki, maka acara tersebut yang dimana biasanya akan dilaksanakan pada hari ganjil, sedangkan untuk bayi perempuan sendiri yang dimana akan dilaksanakan pada sebuah hari genap. Tujuan dari tradisi turun mandi ini sendiri adalah sebagai sebuah bentuk dari sebuah rasa syukur atas sebuah hadirnya si kecil yang ada di tengah keluarga.

Upacara ini sendiri yang dimana adalah sebuah upacara wajib dilaksanakan di sungai, atau orang Minang yang dimana biasanya akan menyebutnya dengan batang aie. Uniknya lagi, yang dimana biasanya membawa bayi dari rumah ke sungai bukanlah ayah ataupun juga bukan ibunya, yang dimana biasanya melainkan orang yang berjasa untuk dapat membantu sebuah proses dari sebuah persalinan.

Keluarga yang dimana juga harus menyediakan sejumlah beras yang sudah di goreng dan kemudian dibagikan pada anak-anak kecil dengan tujuan untuk memperkenalkan bayi pada anak-anak lainnya. Tradisi ini juga yang dimana membuat obor yang biasanya juga akan terbuat dari kain yang nantinya akan dibakar dari rumah kemudian akan dibawa ke sungai sebagai sebuah tanda agar tak ada satupun yang nantinya bisa menghambat si bayi.

Lalu juga ada bibit kelapa yang juga nantinya akan menjadi benda yang juga akan ikut dihanyutkan di sungai kemudian akan ditangkap oleh ibunya. Ini yang dimana nantinya menjadi sebuah hal yang akan bermakna untuk menjadi sebuah bekal hidup si anak kelak. Lalu disediakan juga sebuah tangguk untuk dapat menangkap ikan. Ini yang dimana menjadi sebuah hal yang melambangkan bekal ekonomi si bayi yang ada di masa mendatang.

Lalu yang terakhir adalah, keluarga yang dimana nantinya juga harus menyediakan juga nasi yang dilumuri dengan sebuah arang serta juga dengan darah ayam. Dimana hal ini yang nantinya akan bertujuan untuk mengusir roh jahat yang datang mengganggu si bayi ketika nantinya akan dimandikan.

Itulah beberapa tradisi unik yang ada untuk menyambut kelahiran, kelahiran sendiri biasanya menjadi sebuah momen yang sangat disyukuri bagi pihak keluarga si bayi. Tentunya tradisi ini semuanya adalah sebuah tradisi yang mengajarkan kebaikan bagi si bayi.